implementasi sistem operasi
May 21, 2010 at 1:54 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentKonsep Teori Dasar Dari Pemeliharaan Sistem
Definisi Pemeliharaan Sistem:
Suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu sistem dalam, atau memperbaikinya sampai, suatu kondisi yang bisa diterima. Pada bulan April 1970 didefinisikan sebuah istilah untuk Teknologi Pemeliharaan yang mencakup pengertian yang lebih luas dari pada pengertian Pemeliharaan diatas. Istilah ini adalah Teroteknologi.
Merupakan siklus terakhir dari SDLC yaitu dengan pemeriksaan periodik, audit dan permintaan pengguna akan menjadi source untuk melakukan perawatan system diseluruh masa hidup system.
Tujuan dari pemeliharaan system:
• Untuk memperpanjang usia kegunaan asset dari system tersebut. Hal ini terutama penting dinegara berkembang karena kurangnya sumber daya modal untuk penggantian. Dinegara-negara maju kadang-kadang lebih menguntungkan untuk ‘mengganti’ daripada ‘memelihara’.
• Untuk menjamin ketersediaan optimum peralatan
• Untuk menjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu.
• Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan sarana tersebut
Jenis Pemeliharaan
Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan korektif adalah bagian pemeliharaan sistem yang tidak begitu tinggi nilainya dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengkoreksi kesalahan-kesahan yang ditemukan pada saat sistem berjalan.
Pemeliharaan Adaptif
Pemeliharaan adaptif dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau pemrosesan dan memenuhi persyaratan pemakai baru. Lingkungan tempat sistem beroperasi adalah dinamik, dengan demikian, sistem harus terus merespon perubahan persyaratan pemakai. Misalnya, Undang-Undang Perpajakan yang baru mungkin memerlukan suatu perubahan dalam kalkulasi pembayaran bersih. Umumnya pemeliharaan adatif ini baik dan tidak dapat dihindari.
Pemeliharaan Perfektif
Pemeliharaan penyempurnaan mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk dipelihara). Tindakan ini juga memungkinkan sistem untuk memenuhi persyaratan pemakai yang sebelumnya tidak dikenal.
Ketika membuat perubahan substansial modul apapun, petugas pemeliharaan juga menggunakan kesempatan untuk mengupgrade kode, mengganti cabang-cabang yang kadaluwarsa, memperbaiki kecerobohan, dan mengembangkan dokumentasi.
Sebagai contoh, kegiatan pemeliharaan ini dapat berbentuk perekayasaan ulang atau restrukturisasi perangkat lunak, penulisan ulang dokumentasi, pengubahan format dan isi laporan, penentuan logika pemrosesan yang lebih efisien, dan pengembangan efisiensi pengoperasian perangkat.
Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan Preventif terdiri atas inspeksi periodik dan pemeriksaan sistem untuk mengungkap dan mengantisipasi permasalahan.
Karena personil pemeliharaan sistem bekerja dalam sistem ini, mereka seringkali menemukan cacat-cacat (bukan kesalahan yang sebenarnya) yang menandakan permasalahan potensial. Sementara tidak memerlukan tindakan segera, cacat ini bila tidak dikoreksi di tingkat awal, jelas sekali akan mempengaruhi baik fungsi sistem maupun kemampuan untuk memeliharanya dalam waktu dekat.
Siklus Hidup Pemeliharaan Sistem (SMLC)
• Permintaan Perubahan
• Mengubah permohonan pemeliharaan menjadi suatu perubahan
• Menspesifikasi perubahan Membangun pengganti
• Menguji pengganti
• Melatih pengguna dan melakukan tes penerimaan
• Pengkonversian dan pelepasan ke operasi
• Mengupdate dokumentasi
• Melakukan pemeriksaan pascaimplementasi
Prosedur Pemeliharaan Sistem
SDLC dan SWDLC
Aplikasi yang professional dalam SDLC dan SWDLC dan teknik maupun perangkat modeling yang mendukungnya adalah hal-hal keseluruhan yang terbaik yang dapat seseorang lakukan untuk meningkatkan maintainabilitas system.
Definisi data standar
Trend ke arah sistem manajemen database relasional mendasari dorongan ke normalisasi data dan definisi data standart.
Bahasa pemrograman standar
Penggunaan bahasa pemrograman standart,misalnya C atau COBOL,akan mempermudah pekerjaan pemeliharaan.
Rancangan Moduler
Programer pemeliharaan dapat mengganti modul program jauh lebih mudah daripada jika ia berurusan dengan kedeluruhan program.
Modul yang dapat digunakan kembali
Modul biasa dari kode yang dapat digunakan kembali,dapat diakses oleh semua aplikasi yang memerlukannya.
Dokumentasi standar
Diperlukan system,pemakai,perangkat lunak dan dokumentasi operasiyang standart sehingga semua informasi yang diperlukan untuk beroperasi dan pemeliharaan aplikasi khusus akan tersedia.
Kontrol sentral
Semua program,dokumentasi dan data test seharusnya diinstal dalam penyimpanan pusat dari system CASE (Computer-Aided Softtware Engineering atau computer Assisted Software Enginering.
Mengelola Pemeliharaan Sistem
Tantangan mengelola pemeliharaan sistem adalah sama dengan tantangan mengelola usaha-usaha lain . Yaitu tantangan untuk mengelola manusia.
Prioritas untuk mengarahkan pemeliharaan sistem adalah mengumpulkan sekelompok pemelihara yang berkompeten dan termotivasi,serta menyuplai mereka dengan perngkat dan sumber-sumber untuk melakukan pemeliaraan sistem yang terjadwal maupun yang tidak terjadwal.
Pemeliharaan sistem terjadwal dapat dibuat menurut kalender atau diagram gantt.Pemeliharaan tidak terjadwal biasanya dilakukan atas inisiatif pemakai dan operator. Bagaimanapun juga pihak manajemen seharusnya menetapkan suatu cara untuk mengawali,merekam,dan mengevaluasi aktivitas pemeliharaan. Dengan melalui evaluasi kegiatan pemeliharaan,seorang manager akhirnya dapat mengoptimalkan program pemeliharaan sistem secara keseluruhan.
Cara pemeliharaan sistem
Pemeliharaan sistem
Semua informasi sewaktu-waktu berubah. Pemeliharaan sistem adalah kegiatan yang membuat perubahan ini.
A. Keperluan pemeliharaan sistem
Sistem perlu dipelihara karena beberapa hal, yaitu:
1. System memiliki kesalahan yang dulunya belum terdeteksi, seingga kesalahan-kesalahan system perlu diperbaiki
2. System mengalami perubahan-perubahan karena permintaan baru dari pemakai system
3. Sistem mengalami perubahan karena perubahan lingkungan luar (perubahan bisnis)
4. System perlu ditingkatkan
B. Jenis pemeliharaan system
Pemeliharaan system dapat digolongkan menjadi empat jenis:
1) Pemeliharaan korektif
Adalah bagian pemeliharaan system yang tidak begitu tinggi nilainya dan lebih membebani, karena pemeliharaan ini mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada saat system berjalan
2) Pemeliharaan adaptif
Dilakukan untuk menyesuaikan perubahan dalam lingkungan data atau pemrosesan dan memenuhi pesyaratan pemakai baru
3) Pemeliharaan perfektif
Mempertinggi cara kerja atau maintainabilitas (kemampuan untuk dipelihara). Tindakan ini juga memungkinkan system untuk memenuhi persyaratan pemakai yang sebelumnya tidak dikenal
4) Pemeliharaan preventif
Pemeliharaan preventif terdiri atas inspeksi periodik dan pemeriksaan system untuk mengungkap dan mengantisipasi permasalahan.
C. Prosedur untuk memeliharan system
System maintainability (kemampuan pemeliharaan system) adalah kapasitas personil pemeliharaan untuk melakukan pemeliharaan korektif, adaptif, prefektif, dan preventif.
Maintainabilitas (maintainability) system bertambah jika sistemnya dirancang agar mudah diubah. Aspek ini meliputi prosedur-prosedur berikut;
• SDLC (system development life cycle) dan SWDLC (software development life cycle)
• Definisi data standar
• Bahasa pemrograman standar
• Rancangan moduler
• Modul yang dapat digunakan kembali
• Dokumentasi standar
• Control sentral
implementasi sistem informasi
March 28, 2010 at 12:40 pm | Posted in Uncategorized | Leave a commentApakahh ituu system informasi?
Pertumbuhan terbesar di sebagian besar perekonomian datang dari ‘informasi’ industri. Keberhasilan seperti organisasi berbasis pengetahuan terletak pada sistem informasi mereka. Selain itu, dipaksa oleh perubahan teknologi dan globalisasi pasar, banyak industri manufaktur juga menempatkan penekanan pada peningkatan sistem informasi. Sistem informasi lebih dari sekedar program komputer. Meskipun teknologi informasi dan komunikasi yang memainkan peran penting dalam meningkatkan pertemuan organisasi ‘kebutuhan informasi, sistem informasi adalah konsep yang jauh lebih umum. Ini mengacu pada sistem yang lebih luas orang, data dan kegiatan, baik berbasis komputer dan manual, yang secara efektif mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarluaskan organisasi ‘informasi.
Sistem Informasi (IS) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan kegiatan orang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan. Dalam pengertian yang sangat luas, sistem informasi istilah ini sering digunakan untuk merujuk interaksi antara orang, proses algoritmik, data dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya padateknologi informasi dan komunikasi (ICT) sebuah organisasi yang menggunakan, tetapi juga dengan caraa di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis
Beberapa membuat perbedaan yang jelas antara sistem informasi, ICT dan proses bisnis. Sistem informasi berbeda dengan teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya dilihat sebagai komponen memiliki ICT. Sistem informasi juga berbeda dari proses bisnis. Sistem informasi membantu mengendalikan kinerja proses bisnis
Berpendapat untuk mengubah sistem informasi sebagai suatu bentuk khusus dari sistem kerja. Sebuah sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan / atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya (termasuk TIK) untuk menghasilkan produk tertentu dan / atau jasa bagi pelanggan. Sebuah sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pemrosesan (menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi
Bagian dari kesulitan dalam mendefinisikan sistem informasi istilah disebabkan ketidakjelasan dalam definisi istilah terkait seperti sistem daninformasi. Beynon-Davies berpendapat untuk terminologi yang lebih jelas yang berbasis di systemics dan semiotika. Dia mendefinisikan sistem informasi sebagai contoh sebuah sistem yang bersangkutan dengan manipulasi tanda. Sebuah sistem informasi adalah suatu jenis sistem sosio-teknis. Sebuah sistem informasi adalah membangun mediasi antara tindakan dan teknologi
Dengan demikian, sistem informasi antar-berkaitan dengan sistem data di satu pihak dan sistem aktivitas di sisi lain. Sebuah sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi data sistem di mana mewakili dan diproses sebagai bentuk memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai semi-formal manusia bahasa yang mendukung pengambilan keputusan dan tindakan.
Sistem informasi adalah fokus utama studi untuk disiplin sistem informasi dan untuk organisasi informatika
Contohh system implementasii didalamm bisniis..
Perencanaan sistem informasi sering hanya rencana implementasi sistem
Perusahaan melakukan investasi besar untuk melaksanakan segala macam perencanaan sumber daya, sumber daya manusia, akuntansi, pelanggan, logistik, manufaktur, dan sistem informasi lainnya. Tujuan dari banyak proyek perubahan bisnis kami adalah implementasi sistem informasi yang mengubah operasi bisnis yang ada dan data. Ketika Anda bertanya kepada siapa pun yang terlibat apa yang mereka lakukan mereka menjawab “menerapkan sistem baru” atau apa tujuan mereka mereka menjawab “untuk mendapatkan sistem ia beroperasi”. Konsultan manajemen memiliki metodologi untuk mengimplementasikan sistem informasi. Implementasi sistem informasi yang diperlukan tujuan mencegah manfaat dari perubahan bisnis.
Mengkonversi implementasi sistem bisnis yang sudah ada masalah pada sistem baru
Implementasi sistem adalah tujuan yang tepat? Apakah implementasi sistem membuat masalah bisnis yang ada dikonversi ke sistem baru lebih mudah atau lebih sulit untuk diselesaikan? Apa manfaat dari implementasi sistem? Sistem spesifikasi, akuisisi, pengembangan, implementasi, dan operasi adalah semua biaya dan tidak memberikan manfaat, per se. Jadi kami selalu menerapkan biaya dengan tidak memperhatikan manfaat yang berkembang.
Teknik Riset Operasional
March 21, 2010 at 2:59 pm | Posted in Uncategorized | Leave a commentSoal
Sebuah perusahaan otomotif memproduksi dua jenis sepeda motor, yaitu model manual dan otomatis. Proses produksi yang diperlukan untuk menghasilkan sepeda motor terdiri dari proses perakitan (assembly) dan pengujian (testing). Untuk memproduksi sebuah sepeda motor model manual memerlukan waktu kerja 5 jam perakitan dan 45 menit pengujian, sedangkan untuk menghasilkan sebuah motor otomatis memerlukan waktu 6 jam perakitan dan 30 menit pengujian. Perusahaan memiliki 200 orang tenaga kerja untuk pekerjaan perakitan dan 20 orang untuk kegiatan pengujian, yang masing-masing harus bekerja selama 8 jam per hari. Karena alasan pemasaran, jenis model manual yang dibuat minimal dua kali lebih banyak dari jumlah model otomatis. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan sepeda motor manual Rp 1,000,000,-/unit dan Rp 2,000,000,-/unit untuk model otomatis.
a. Berdasarkan data tersebut diatas, susunlah rumusan model matematisnya !
b. Ubahlah rumusan matematis tersebut ke dalam bentuk standar!
c. Gunakan simplex tool method (http://www.zweigmedia.com/RealWorld/simplex.html)
untuk mencari solusi yang optimal untuk permasalahan tersebut!
d. Jelaskan solusi optimal yang diperoleh (keuntungan, jumlah produksi sepeda motor tipe manual, jumlah produksi sepeda motor tipe otomatis, dan sumberdaya yang tersisa ).
Jawab :
- A. Bentuk Matematis
- Variable Keputusan
- Sm = Sepeda Motot Manual
- so = Sepeda Motor Otomatis
- Fungsi Tujuan Max Z = 1.000.000 sm + 2.000.000 so
= 1 sm + 2 so (Rp Juta)
- Fungsi Kendala :
- Pemasaran = Keuntungan
ST
5 sm + 6 so <= 1600
0,75 sm + 0,5so <= 160
sm >= 2 so atau
2so – sm >= 0
- B. Bentuk Standar/Baku
5 sm + 6 so + s1 <= 1600
0,75 sm + 0,5 so + s2 <= 160
sm; so; s1; s2 >= 0
C. Solusi Optimal
Tableau #1
sm so s1 s2 p
5 6 1 0 0 1600
0.75 0.5 0 1 0 160
-1 -2 0 0 1 0
Tableau #2
sm so s1 s2 p
0.833333 1 0.166667 0 0 266.667
0.333333 0 -0.0833333 1 0 26.6667
0.666667 0 0.333333 0 1 533.333
D. Penjelasan
- Keuntungan : 533.333
- Jumlah Produksi Sepeda Motor Manual : 26.6667
- Jumlah Produksi Sepeda Motor Otomatis : 26.6667
SISTEM INFORMASI
February 26, 2010 at 9:17 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentKEBUTUHAN SISTEM INFORMASII ..
1. Kebutuhan akan Sistem Informasi
Informasi merupakan hal yang dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif dibandingkan dengan data. Informasi yang diperoleh melalui suatu sistem dan teknologi merupakan suatu pengetahuan yang akan digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
Pada suatu sistem informasi terdapat komponen-komponen seperti :
- Perangkat keras (hardware) : mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer, server, dan printer.
- Perangkat lunak (software) atau program : sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
- Prosedur : sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan keluaran yang dikehendaki.
- Orang : semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
- Basis data (database) : sekumpulan tabel, hubungan, data grafis, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
- Jaringan komputer dan komunikasi data: sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
Dalam Tahapan Pembangunan Sistem Informasi. Sistem Informasi diperlukan untuk beberapa tahapan yang satu sama lain saling berkaitan dan merupakan suatu siklus yang tidak pernah berhenti. Adapaun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Identifikasi
Pemahaman awal perlunya pembuatan sistem informasi dan permintaan formal untuk mengembangkan sistem informasi.
2. Inisiasi dan Perencanaan
Untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan untuk mengetahui bagaimana sistem informasi dapat membantu penyelesaian permasalahan. Pada tahap ini dibuat keputusan perlunya dibuat suatu aplikasi atau mengembangkan aplikasi yang sudah ada.
3. Analisis
Melakukan analisis untuk membuat spesifikasi dan mengstrukturkan kebutuhan pengguna serta menseleksi aplikasi lain yang sudah ada. Pada tahapan ini akan diperoleh spesifikasi fungsional sistem.
4. Perencanaan Logika
Mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem informasi secara keseluruhan. Pada tahap ini akan diperoleh spesifikasi rinci data, laporan, tampilan, dan aturan pemrosesan.
5. Perancangan Fisik
Mengembangkan spesifikasi teknologi yang akan digunakan, pada tahap ini akan diperoleh struktur program dan basisdata, serta perancangan struktur fisik.
6. Implementasi
Pembuatan program dan basisdata, melakukan instal dan menguji sistem. Pada tahapan ini akan diperoleh program aplikasi dan dokumentasi.
7. Pemeliharaan
Melakukan pemantauan kegunaan dan fungsi sistem, serta melakukan audit sistem secara periodik.
| Kebutuhan Sistem Informasi Dalam Mengelola Perusahaan |
| Persaingan di bidang bisnis pada masa sekarang meningkatkan kebutuhan manajemen akan informasi. Manajemen membutuhkan informasi yang akurat dan cepat yang disajikan dalam bentuk yang informatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang dibutuhkan berasal dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Penguasaan terhadap informasi yang berasal dari kedua lingkungan tersebut sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam persaingan bisnis yang sedang terjadi.
Informasi yang berasal dari lingkungan internal didapat dengan melakukan pemrosesan terhadap dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pencatatan dan bukti transaksi yang terjadi. Menurut Chuck Williams dalam bukunya yang berjudul Manajemen, informasi akan bermanfaat jika akurat, lengkap, relevan, dan tepat waktu. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari informasi yang berasal dari lingkungan internal dibutuhkan suatu mekanisme pemrosesan yang memenuhi komponen tersebut. Solusi yang tepat untuk masalah ini adalah dengan menggunakan sistem informasi yang tepat. Selain untuk kebutuhan manajemen, sistem informasi yang tepat dibutuhkan juga untuk memperlancar proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. Sistem informasi yang terpusat dan digunakan oleh setiap bagian yang ada di perusahaan akan mempercepat pertukaran informasi yang akurat dari dan ke setiap bagian. Dengan demikian, proses bisnis yang terjadi di dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Melihat permasalahan dan solusi yang dijelaskan di atas, pperusahaan membutuhkan sistem informasi yang dapat melakukan proses data menjadi informasi yang akurat, lengkap, relevan, dan tetap waktu. |
PRINSIP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI .
Sewaktu Anda melakukan proses pengembangan sistem, beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai berikut ini:
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
Setelah sistem selesai dikembangkan, maka yang akan menggunakan informasi dari sistem ini adalah manajemen, sehingga sistem harus dapat mendukung, kebutuhan yang diperlukan oleh manajemen. Pada waktu Anda mengembangkan sistem, maka prinsip ini harus selalu diingat.
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar.
Sistem informasi yang akan Anda kembangkan membutuhkan dana modal yang tidak sedikit, apalagi dengan digunakannya teknologi yang mutakhir.
Sistem yang dikembangkan ini merupakan investasi modal yang besar. Seperti halnya dengan investasi modal lainnya yang dilakukan oleh perusahaan, maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini:
- Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi
Bila alternatif yang ada diabaikan dan sudah terlanjur menanamkan dana ke suatu proyek investasi tertentu, maka investor akan kehilangan kesempatan untuk menanamkan dananya ke investasi yang lain. Ekonom menyebut hal ini dengan istilah biaya kesempatan (opportunity cost). Misalnya Anda mempunyai dana sebesar Rp X,- dan bila di investasikan ke proyek A akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp A,-, maka Rp A,- ini yang disebut dengan opportunity cost. Bila Anda tidak menginvestasikan dana Anda sebesar Rp X.- tersebut ke proyek A, tetapi ke proyek B, maka proyek B harus memberikan hasil lebih besar dari opportunity cost yang hilang akibat tidak diinvestasikan ke proyek A. oleh karena itu dari beberapa alternatip investasi yang ada harus di investigasi untuk menentukan alternatip yang terbaik atau yang paling menguntungkan.
- Investasi yang terbaik harus bernilai.
Belum tentu alternatip terbaik merupakan investasi yang menguntungkan. Investasi terbaik ini memang menguntungkan dibandingkan dengan alternatip yang lainnnya, tetapi untuk investasi terbaik ini sendiri harus juga diukur. Investasi ini baru dikatakan menguntungkan bila bernilai yang artinya manfaat (benefit) atau hasil baliknya lebih besar dari biaya untuk memperolehnya (cost). Cost-benefit analysis atau cost-effectiveness analysis dapat digunakan untuk menentukan apakah proyek investasi tersebut bernilai atau tidak.
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang-orang yang terdidik.
Manusia merupakan faktor utama yang menentukan berhasil tidaknya suatu sistem, baik dalam proses pengembangannya, penerapannya, maupun dalam proses operasinya. Oleh karena itu orang yang terlibat dalam pengembangan maupun penggunaan sistem ini harus merupakan orang yang terdidik tentang permasalahan-permasalahan yang ada dan terhadap solusi-solusi yang mungkin dilakukan. Terdidik disini bukan berarti harus secara formal duduk di perguruan tinggi, tetapi dapat dilakukan secara latihan kerja (on the job training). Analis sistem harus mempunyai pendidikan terhadap masalah yang dihadapinya. Tidaklah mungkin seorang analis sistem akan mengembangkan suatu sistem informasi bisnis tanpa mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang bisnis atau akan mengembangkan sistem informasi akuntansi tanpa mengetahui pengetahuan sedikitpun tentang akuntansi dan teknologi komputer. Bagaimana mungkin nantinya analis sistem ini akan berkomunikasi dengan manajemen dan programmer yang akan membuat programnya. Demikian juga dengan pemakai sistem harus merupakan orang yang terdidik tentang sistem ini dan dapat dilakukan dengan memberikan on-the-job training kepada mereka tentang cara menggunakan sistem yang diterapkan.
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
Proses pengembangan sistem umumnya melibatkan beberapa tahapan kerja dan melibatkan beberapa personil dalam bentuk suatu team untuk mengerjakannya. Pengalaman menunjukan bahwa tanpa adanya perencanaan dan koordinasi yang baik, maka proses pengembangan sistem tidak akan berhasil dengan memuaskan. Untuk maksud ini sebelum proses pengembangan sistem dilakukan, maka harus dibuat terlebih dahulu skedul kerja yang menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas pekerjaan yang akan dilakukan, sehingga proses pengembangan sistem dapat dilakukan dan selesai dengan berhasil sesuai dengan waktu dan anggaran yang direncanakan. Siklus atau Daur Hidup Pengembangan Sistem (Systems Development Life Cycle atau SDLC) umumnya menunjukkan tahapan-tahapan kerja dan tugas-tugas kerja yang harus dilakukan. Beberapa methodology pengembangan sistem juga menyediakan lebih terinci konsep kerja yang harus dilakukan dalam proses pengembangan sistem.
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut.
Prinsip ini kelihatannya bertentangan dengan prinsip nomor 4, tetapi tidaklah sedemikian. Tahapan kerja dari pengembangan sistem di prinsip nomor 4 menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara bersama-sama. Ingatlah waktu adalah uang. Misalnya di dalam pengembangan sistem, perancangan output merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perancangan file. Ini tidak berarti bahwa semua output harus dirancang semuanya terlebih dahulu baru dapat melakukan perancangan file, tetapi dapat dilakukan secara serentak, yaitu sewaktu proses pengadaan hardware.
6. Jangan takut membatalkan proyek.
Umumnya hal ini merupakan pantangan untuk membatalkan suatu proyek yang sedang berjalan. Keputusan untuk meneruskan suatu proyek atau membatalkannya memang harus dievaluasi dengan cermat. Untuk kasus-kasus yang tertentu, dimana suatu proyek terpaksa harus dihentikan atau dibatalkan karena sudah tidak layak lagi, maka harus dilakukan dengan tegas. Keraguan untuk terus melanjutkan proyek yang tidak layak lagi karena sudah terserapnya dana kedalam proyek ini hanya akan memubang dana yang sia-sia. Ekonom menyebut dana yang sudah terserap ini dengan istilah sunk cost dan sunk cost ini tidak relevan untuk digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, karena biaya ini sudahtidak dapat ditarik kembali. Jika proyek yang tidak layak masih terus dilanjutkan lagi, maka dana berikutnya yang terserap akan sia-sia.
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.
Kegagalan untuk membuat suatu dokumentasi kerja adalah salah satu hal yang sering terjadi dan merupakan kesalahan kritis yang dibuat oleh analis sistem. Banyak analis sistem yang membicarakan pentingnya dokumentasi. Mereka membuat dokumentasi hasil dari analisis setelah mereka selesai mengembangkan sistemnya dan bahkan ada yang tidak membuat dokumentasi ini. Dokumentasi ini seharusnya dibuat pada waktu proses dari pengembangan sistem itu sendiri masih dalam proses, karena dokumentasi ini dapat dihasilkan dari hasil kerja tiap-tiap langkah di pengemangan sistem. Dokumentasi yang dibuat dan dikumpulkan selama proses dari pengembangan sistem dapat digunakan untuk bahan komunikasi antara analis sistem dengan pemakai sistem dan dapat digunakan untuk mendorong keterlibatan pemakai sistem.
Prinsip Pengembangan Sistem
Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
- Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
- Investasi yang terbaik harus bernilai
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
pengembangan sistem
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
TAHAP PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI .
a. Tahap Kelayakan
Tahap kelayakan untuk mengembangkan sistem informasi yang baru (pertama kali dibuat) atau menggantikan sistem informasi yang lama harus dikaji kelayakannya dari beberapa aspek, diantaranya:
· Aspek Kelayakan Teknis
Aspek kelayakan teknis ini merupakan ketersediaan Teknologi Informasi dan tenaga ahlinya sehingga bisa menjawab “Can we build it?”
· Aspek Kelayakan Ekonomi
Aspek kelayakan eknonomi diperlukan untuk dapat menjawab pertanyaan ini “Will it provide business value?” sehingga bisa meyakinkan “project sponsor” dan manajemen untuk menginvestasikan uangnya dalam pengembangan sistem informasi yang diusulkan.
· Aspek Kelayakan Organisasi
Aspek kelayakan ini diperlukan untuk mendapatkan dukungan sepenuhnya dari pihak organisasi baik tingkat manajemen maupun staff operasional yang akan melakukannya. Jadi intinya adalah
jawaban pertanyaan ini “If we build it, will it be used?”
b. Tahap Investigasi Awal
Jika manajemen sudah menyetujui bahwa pekerjaan ini dapat diteruskan untuk diproses lebih lanjut, maka tahapan berikutnya adalah fact finding yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari proses tahapan kelayakan diatas diantaranya adalah:
-Untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan fungsional dari sistem yang sedang berjalan
-Untuk memperoleh kebutuhan-kebutuhan baru untuk sistem yang akan dikembangkan
-Untuk mengetahui batasan-batasan yang diminta misalnya tools yang akan dipakai
-Untuk mengetahui lingkup jenis data yang diperlukan dan volumenya
-Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ditemukan pada sistem yang sedang berjalan dan arahan-arahan yang diminta
PENGEMBANGAN
SISTEM INFORMASI
Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki
sistem yang telah ada.
1. Tim Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem tentunya harus didukung oleh personalpersonal
yang kompeten di bidangnya. Suatu Tim biasanya terdiri dari :
1. Manajer Analis Sistem
2. Ketua Analis Sistem
3. Analis Sistem Senior
4. Analis Sistem Junior
5. Pemrogram Aplikasi Senior
6. Pemrogram Aplikasi Junior
Jumlah personil Tim di atas diperlukan apabila sistem yang akan
dikembangkan cukup besar. Apabila sistem yang akan dikembangkan kecil,
maka personilnya dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.
2. Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena
beberapa hal :
1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem
yang lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa :
Ketidakberesan sistem yang lama
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang
lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
Pertumbuhan organisasi
Kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data
semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru
menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang
lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan
informasi yang dibutuhkan manajemen.
2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau
efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan
Pengembangan Sistem Informasi
2
rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatankesempatan
dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi
perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat
mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksiinstruksi
dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya
peraturan pemerintah
3. Indikator Diperlukannya Pengembangan Sistem
1. Keluhan pelanggan
2. Pengiriman barang yang sering tertunda
3. Pembayaran gaji yang terlambat
4. Laporan yang tidak tepat waktu
5. Isi laporan yang sering salah
6. Tanggung jawab yang tidak jelas
7. Waktu kerja yang berlebihan
8. Ketidakberesan kas
9. Produktivitas tenaga kerja yang rendah
10. Banyaknya pekerja yang menganggur
11. Kegiatan yang tumpang tindih
12. Tanggapan yang lambat terhadap pelanggan
13. Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
14. Persediaan barang yang terlalu tinggi
15. Pemesanan kembali barang yang tidak efisien
16. Biaya operasi yang tinggi
17. File-file yang kurang teratur
18. Keluhan dari supplier karena tertundanya pembayaran
19. Tertundanya pengiriman karena kurang persediaan
20. Investasi yang tidak efisien
21. Peramalan penjualan dan produksi tidak tepat
22. Kapasitas produksi yang menganggur
23. Pekerjaan manajer yang terlalu teknis
24. DLL.
Pengembangan Sistem Informasi
3
4. Dengan adanya sistem baru diharapkan terjadi peningkatan dalam
hal :
1. Kinerja, yang dapat diukur dari throughput dan respon time.
Throughput : jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan pada suatu saat
tertentu
Respon time : Rata-rata waktu tertunda di antara dua transaksi.
2. Kualitas informasi yang disajikan
3. Keuntungan (penurunan biaya). Berhubungan dengan jumlah
sumber daya yang digunakan
4. Kontrol (pengendalian)
5. Efisiensi
6. Pelayanan
5. Prinsip Pengembangan Sistem
Prinsip-prinsip pengembangan sistem, adalah :
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
Maka setiap investasi modal harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
- Semua alternatif yang ada harus diinvestigasikan
- Investasi yang terbaik harus bernilai
3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses
pengembangan sistem
5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem
6. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Bila dalam operasi sistem yang sudah dikembangkan masih timbul
permasalahan-permasalahan yang tidak dapat diatasi dalam tahap
pemeliharaan sistem, maka perlu dikembangkan kembali suatu sistem untuk
mengatasinya dan proses ini kembali ke proses yang pertama. Siklus ini
disebut dengan Siklus Hidup suatu Sistem.
Siklus Hidup Pengembangan Sistem dapat didefinisikan sebagai
serangkaian aktivitas yang dilaksanakan oleh profesional dan pemakai sistem
informasi untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
informasi.
Pengembangan Sistem Informasi
4
Siklus hidup pengembangan sistem informasi saat ini terbagi atas enam fase,
yaitu :
a. Perencanaan sistem
b. Analisis sistem
c. Perancangan sistem secara umum / konseptual
d. Evaluasi dan seleksi sistem
e. Perancangan sistem secara detail
f. Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi sistem
g. Pemeliharaan / Perawatan Sistem
Keenam fase siklus hidup pengembangan sistem ini dapat digambarkan
seperti pada Gambar di bawah ini.
Gambar 2.1 Siklus Hidup Pengembangan Sistem
a. Fase Perencanaan Sistem
Dalam fase perencanaan sistem :
• Dibentuk suatu struktur kerja strategis yang luas dan pandangan sistem
informasi baru yang jelas yang akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan
pemakai informasi.
Pengembangan Sistem Informasi
5
• Proyek sistem dievaluasi dan dipisahkan berdasarkan prioritasnya. Proyek
dengan prioritas tertinggi akan dipilih untuk pengembangan.
• Sumber daya baru direncanakan untuk, dan dana disediakan untuk
mendukung pengembangan sistem.
Selama fase perencanaan sistem, dipertimbangkan :
• faktor-faktor kelayakan (feasibility factors) yang berkaitan dengan
kemungkinan berhasilnya sistem informasi yang dikembangkan dan
digunakan,
• faktor-faktor strategis (strategic factors) yang berkaitan dengan
pendukung sistem informasi dari sasaran bisnis dipertimbangkan untuk
setiap proyek yang diusulkan. Nilai-nilai yang dihasilkan dievaluasi untuk
menentukan proyek sistem mana yang akan menerima prioritas yang
tertinggi.
Faktor kelayakan
(feasibility factors)
Faktor strategis
(strategic factors)
• Kelayakan teknis • Produktivitas
• Kelayakan ekonomis • Diferensiasi
• Kelayakan legal • Manajemen
• Kelayakan operasional
• Kelayakan rencana
Suatu sistem yang diusulkan harus layak, yaitu sistem ini harus memenuhi
kriteria-kriteria sebagai berikut :
Kelayakan teknis untuk melihat apakah sistem yang diusulkan dapat
dikembangkan dan diimplementasikan dengan menggunakan teknologi
yang ada atau apakah teknologi yang baru dibutuhkan.
Kelayakan ekonomis untuk melihat apakah dana yang tersedia cukup
untuk mendukung estimasi biaya untuk sistem yang diusulkan.
Kelayakan legal untuk melihat apakah ada konflik antara sistem yang
sedang dipertimbangkan dengan kemampuan perusahaan untuk
melaksanakan kewajibannya secara legal.
Kelayakan operasional untuk melihat apakah prosedur dan keahlian
pegawai yang ada cukup untuk mengoperasikan sistem yang diusulkan
atau apakah diperlukan penambahan/pengurangan prosedur dan keahlian.
Kelayakan rencana berarti bahwa sistem yang diusulkan harus telah
beroperasi dalam waktu yang telah ditetapkan.
Selain layak, proyek sistem yang diusulkan harus mendukung faktor-faktor
strategis,seperti
Pengembangan Sistem Informasi
6
Produktivitas mengukur jumlah output yang dihasilkan oleh input yang
tersedia. Tujuan produktivitas adalah mengurangi atau menghilangkan
biaya tambahan yang tidak berarti. Produktivitas ini dapat diukur dengan
rasio antara biaya yang dikeluarkan dengan jumlah unit yang dihasilkan.
Diferensiasi mengukur bagaimana suatu perusahaan dapat menawarkan
produk atau pelayanan yang sangat berbeda dengan produk dan
pelayanan dari saingannya. Diferensiasi dapat dicapai dengan
meningkatkan kualitas, variasi, penanganan khusus, pelayanan yang lebih
cepat, dan biaya yang lebih rendah.
Manajemen melihat bagaimana sistem informasi menyediakan informasi
untuk menolong manajer dalam merencanakan, mengendalikan dan
membuat keputusan. Manajemen ini dapat dilihat dengan adanya laporanlaporan
tentang efisiensi produktivitas setiap hari.
b. Fase Analisis Sistem
Dalam fase ini :
• Dilakukan proses penilaian, identifikasi dan evaluasi komponen dan
hubungan timbal-balik yang terkait dalam pengembangan sistem; definisi
masalah, tujuan, kebutuhan, prioritas dan kendala-kendala sistem;
ditambah identifikasi biaya, keuntungan dan estimasi jadwal untuk solusi
yang berpotensi.
• Fase analisis sistem adalah fase profesional sistem melakukan kegiatan
analisis sistem.
• Laporan yang dihasilkan menyediakan suatu landasan untuk membentuk
suatu tim proyek sistem dan memulai fase analisis sistem.
• Tim proyek sistem memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang alasan
untuk mengembangkan suatu sistem baru.
• Ruang lingkup analisis sistem ditentukan pada fase ini. Profesional sistem
mewawancarai calon pemakai dan bekerja dengan pemakai yang
bersangkutan untuk mencari penyelesaian masalah dan menentukan
kebutuhan pemakai.
• Beberapa aspek sistem yang sedang dikembangkan mungkin tidak
diketahui secara penuh pada fase ini, jadi asumsi kritis dibuat untuk
memungkinkan berlanjutnya siklus hidup pengembangan sistem.
• Pada akhir fase analisis sistem, laporan analisis sistem disiapkan. Laporan
ini berisi penemuan-penemuan dan rekomendasi. Bila laporan ini disetujui,
tim proyek sistem siap untuk memulai fase perancangan sistem secara
Pengembangan Sistem Informasi
7
umum. Bila laporan tidak disetujui, tim proyek sistem harus menjalankan
analisis tambahan sampai semua peserta setuju.
c. Fase Perancangan Sistem secara Umum/Konseptual
Arti Perancangan Sistem
- Tahap setelah analisis dari Siklus Hidup Pengembangan Sistem
- Pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional
- Persiapan untuk rancang bangun implementasi
- Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
- Yang dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa
atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu
kesatuan yang utuh dan berfungsi
- Termasuk menyangkut mengkonfirmasikan
Tujuan Perancangan Sistem
- Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem
- Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang
lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang
terlibat
Sasaran Perancangan Sistem
- Harus berguna, mudah dipahami dan mudah digunakan
- Harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
- Harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi,
pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan
oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan
oleh komputer
- Harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing
komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi,
simponan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang,
perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern
Dalam fase ini :
• dibentuk alternatif-alternatif perancangan konseptual untuk pandangan
pemakai. Alternatif ini merupakan perluasan kebutuhan pemakai. Alternatif
perancangan konseptual memungkinkan manajer dan pemakai untuk
memilih rancangan terbaik yang cocok untuk kebutuhan mereka.
• pada fase ini analis sistem mulai merancang proses dengan mengidentifikasikan
laporan-laporan dan output yang akan dihasilkan oleh
sistem yang diusulkan. Data masing-masing laporan ditentukan. Biasanya,
Pengembangan Sistem Informasi
8
perancang sistem membuat sketsa form atau tampilan yang mereka
harapkan bila sistem telah selesai dibentuk. Sketsa ini dilakukan pada
kertas atau pada tampilan komputer.
• Jadi, perancangan sistem secara umum berarti untuk menerangkan
secara luas bagaimana setiap komponen perancangan sistem tentang
output, input, proses, kendali, database dan teknologi akan dirancang.
Perancangan sistem ini juga menerangkan data yang akan dimasukkan,
dihitung atau disimpan. Perancang sistem memilih struktur file dan alat
penyimpanan seperti disket, pita magnetik, disk magnetik atau bahkan filefile
dokumen. Prosedur-prosedur yang ditulis menjelaskan bagaimana
data diproses untuk menghasilkan output.
d. Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem
Akhir fase perancangan sistem secara umum menyediakan point utama untuk
keputusan investasi. Oleh sebab itu dalam fase evaluasi dan seleksi sistem ini
nilai kualitas sistem dan biaya/keuntungan dari laporan dengan proyek sistem
dinilai secara hati-hati dan diuraikan dalam laporan evaluasi dan seleksi
sistem.
Jika tak satupun altenatif perancangan konseptual yang dihasilkan pada fase
perancangan sistem secara umum terbukti dapat dibenarkan, maka semua
altenatif akan dibuang. Biasanya, beberapa alternatif harus terbukti dapat
dibenarkan, dan salah satunya dengan nilai tertinggi dipilih untuk pekerjaan
akhir. Bila satu alternatif perancangan sudah dipilih, maka akan dibuatkan
rekomendasi untuk sistem ini dan dibuatkan jadwal untuk perancangan
detailnya.
e. Fase Perancangan Sistem secara Detail/Fungsional
Fase perancangan sistem secara detail menyediakan spesifikasi untuk
perancangan secara konseptual. Pada fase ini semua komponen dirancang
dan dijelaskan secara detail.
Perencanaan output (layout) dirancang untuk semua layar, form-form tertentu
dan laporan-laporan yang dicetak. Semua output direview dan disetujui oleh
pemakai dan didokumentasikan. Semua input ditentukan dan format input
baik untuk layar dan form-form biasa direview dan disetujui oleh pemakai dan
didokumentasikan.
Berdasarkan perancangan output dan input, proses-proses dirancang untuk
mengubah input menjadi output. Transaksi-transaksi dicatat dan dimasukkan
secara online atau batch. Macam-macam model dikembangkan untuk
Pengembangan Sistem Informasi
9
mengubah data menjadi informasi. Prosedur ditulis untuk membimbing
pemakai dan pesonel operasi agar dapat bekerja dengan sistem yang sedang
dikembangkan.
Database dirancang untuk menyimpan dan mengakses data. Kendali-kendali
yang dibutuhkan untuk melindungi sistem baru dari macam-macam ancaman
dan error ditentukan. Pada beberapa proyek sistem, teknologi baru dan
berbeda dibutuhkan untuk merancang kemampuan tambahan macam-macam
komputer, peralatan dan jaringan telekomunikasi.
Pada akhir fase ini, laporan rancangan sistem secara detail dihasilkan.
Laporan ini mungkin berisi beribu-ribu dokumen dengan semua spesifikasi
untuk masing-masing rancangan sistem yang terintegrasi menjadi satu
kesatuan. Laporan ini dapat juga dijadikan sebagai buku pedoman yang
lengkap untuk merancang, membuat kode dan menguji sistem; instalasi
peralatan; pelatihan; dan tugas-tugas implementasi lainnya.
Meskipun sejumlah orang telah me-review dan menyetujui setiap komponen
rancangan sistem, review terhadap rancangan sistem secara detail harus
dilakukan kembali secara menyeluruh dan lengkap oleh pemakai sistem dan
personel manajemen, sedangkan profesional sistem mungkin tidak terlibat
dalam kegiatan ini.
Tujuan dilakukannya review secara menyeluruh ini adalah untuk menemukan
error dan kekurangan rancangan sebelum implementasi dimulai. Jika error
dan kekurangan atau sesuatu yang hilang ditemukan sebelum implementasi
sistem, sumber daya yang bernilai dapat diselamatkan dan kesalahan yang
tidak diinginkan terhindari. Setelah semua review secara menyeluruh selesai
dilaksanakan, perubahan-perubahan dibuat dan pemakai dan manajer sistem
menandatangani laporan perancangan secara detail.
Alat-alat Perancangan
Alat-alat perancangan menolong profesional sistem untuk membentuk
struktur sistem yang akan memenuhi kebutuhan pemakai selama aktivitas
analisis. Alat-alat perancangan sistem yang digunakan adalah :
Spesifikasi proses untuk menjelaskan bagaimana data ditransformasikan
menjadi informasi, seperti Pseudocode, Structure english, dan Tabel
keputusan.
Hierachy Plus Input, Process, Output (HIPO) untuk merepresentasikan
hirarki modul-modul program tidak termasuk dokumentasi interface antar
modul.
Structure chart untuk merepresentasikan hirarki modul-modul program
termasuk dokumentasi interface antar modul.
Diagram Warnier-Orr (W/O) untuk merepresentasikan struktur program
dari gambaran umum sampai detail.
Diagram Jackson untuk merepresentasikan struktur program.
Pengembangan Sistem Informasi
10
f. Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem
Pada fase ini :
• sistem siap untuk dibuat dan diinstalasi.
• Sejumlah tugas harus dikoordinasi dan dilaksanakan untuk implementasi
sistem baru.
• laporan implementasi yang dibuat pada fase ini ada dua bagian, yaitu
o rencana implementasi dalam bentuk Gantt Chart atau Program and
Evaluation Review Technique (PERT) Chart dan
o penjadwalan proyek dan teknik manajemen. Bagian kedua adalah
laporan yang menerangkan tugas penting untuk melaksanakan
implementasi sistem, seperti :
− pengembangan perangkat lunak
− Persiapan lokasi peletakkan sistem
− Instalasi peralatan yang digunakan
− Pengujian Sistem
− Pelatihan untuk para pemakai sistem
− Persiapan dokumentasi
7. Pendekatan Pengembangan Sistem
Terdapat beberapa pendekatan untuk mengembangkan sistem, yaitu
Pendekatan Klasik, Pendekatan Terstruktur, Pendekatan Dari Bawah Ke
Atas, Pendekatan Dari Atas Ke Bawah.
Pendekatan Klasik
Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan
Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional
(conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan
sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle.
Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila
mengikuti tahapan pada System Life Cycle.
Permasalahan-permasalahan yang dapat timbul pada Pendekatan
Klasik adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit
Pendekatan klasik kurang memberikan alat-alat dan teknik-teknik di dalam
mengembangkan sistem dan sebagai akibatnya proses pengembangan
perangkat lunak menjadi tidak terarah dan sulit untuk dikerjakan oleh
pemrogram. Lain halnya dengan pendekatan terstruktur yang memberikan
alat-alat seperti diagram arus data (data flow diagram), kamus data (data
dictionary), tabel keputusan (decision table). diagram IPO, bagan
terstruktur (structured chart) dan lain sebagainya yang memungkinkan
Pengembangan Sistem Informasi
11
pengembangan perangkat lunak lebih terarah berdasarkan alat-alat dan
teknik-teknik tersebut
2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi mahal
Mahalnya biaya perawatan pada pendekatan sistem klasik disebabkan
karena dokumentasi sistem yang dikembangkan kurang lengkap dan
kurang terstruktur. Dokumentasi ini merupakan hasil dari alat-alat dan
teknik -teknik yang digunakan. Karena pendekatan klasik kurang didukung
oleh alat-alat dan teknik-teknik, maka dokumentasi menjadi tidak lengkap
dan walaupun ada tetapi strukturnya kurang jelas, sehingga pada waktu
pemeliharaan sistem menjadi kesulitan.
3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
Pendekatan klasik tidak menyediakan kepada analis sistem cara untuk
melakukan pengetesan sistem, sehingga kemungkinan kesalahankesalahan
sistem akan menjadi lebih besar.
4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
Penekanan dari pendekatan klasik adalah kerja dari personil-personil
pengembang sistem, bukan pada pemakai sistem, padahal sekarang
sudah disadari bahwa dukungan dan pemahaman dari pemakai sistem
terhadap sistem yang sedang dikembangkan merupakan hal yang vital
untuk keberhasilan proyek pengembangan sistem pada akhirnya.
Mulai awal tahun 1970 muncul suatu pendekatan baru disebut dengan
Pendekatan Terstruktur. Pendekatan ini pada dasarnya mencoba
menyediakan kepada analis sistem dengan alat-alat dan teknik-teknik untuk
mengembangkan sistem disamping tetap mengikuti ide dari system life cycle.
Pendekatan terstruktur (Structured Approach)
Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik
yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir
dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya
didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi pengembangan
sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan baik dalam bukubuku,
maupun oleh perusahaan-perusahaan konsultan pengembang sistem.
Metodologi ini memperkenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk
mengembangkan sistem yang terstruktur.
Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep
yang baru. Teknik perakitan di pabrik-pabrik dan perancangan sirkuit untuk
alat-alat elektronik adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan
di industri-industri. Konsep ini memang relatif masih baru digunakan dalam
mengembangkan sistem informasi untuk dihasilkan produk sistem yang
memuaskan pemakainya. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahanpermasalahan
yang kompleks dalam organisasi dapat dipecahkan dan hasil
dari sistem akan mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan
Pengembangan Sistem Informasi
12
pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat pada waktunya,
sesuai dengan anggaran biayanya, dapat meningkatkan produktivitas dan
kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan).
Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up Approach)
Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level
operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari
perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke
level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi
tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari
bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan
istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan
diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti
datanya.
Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari
level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai
dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah
selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan
informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke
pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedurprosedur
operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri
pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap
analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang
menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan
keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah
didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
Pendekatan Sepotong (piecemeal approach)
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi
tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak
memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran
dari kegiatan atau aplikasi itu saja).
Pendekatan Sistem (systems approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
untuk masing-masing kegiatan/aplikasinya dan menekankan sasaran
organisasi secara global.
Pendekatan Sistem menyeluruh (total-system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh,
sehingga menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
Pendekatan Moduler (modular approach)
Pengembangan Sistem Informasi
13
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang
sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat
waktu, mudah dipelihara (ciri terstruktur)
Lompatan jauh (great loop approach)
Pendekatan yang menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak
menggunakan teknologi canggih, sehingga mengandung resiko tinggi,
terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
Pendekatan Berkembang (evolutionary approach)
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasiaplikasi
yang memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode
berikutnya mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
Keuntungan pendekatan terstruktur :
1. Mengurangi kerumitan masalah (reduction of complexity).
2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal (focus on ideal).
3. Standarisasi (standardization).
4. Orientasi ke masa datang (future orientation).
5. Mengurangi ketergantungan pada disainer (less reliance on artistry).
8. Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi adalah kesatuan metode-metode, prosedur-prosedur,
konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan, postulat-postulat yang digunakan
oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin lainnya. Metode adalah suatu
cara, teknik yang sistematik untuk mengerjakan sesuatu. Metodologi
Pengembangan sistem berarti metode-metode, prosedur-prosedur, konsepkonsep
pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat (kerangka pemikiran)
yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi. Uruturutan
prosedur untuk pemecahan masalah dikenal dengan istilah Algoritma
Metodologi pengembangan sistem adalah metode-metode, prosedurprosedur,
konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan dan postulat-postulat
(dalil) yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi.
Klasifikasi dari metodologi :
1. Functional decomposition methodologies
Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam
subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk
dipahami, dirancang dan ditetapkan. Yang termasuk dalam kelompok
metodologi ini adalah :
- HIPO (Hierarchy plus Input Process Output)
- Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)
- Information Hiding
Pengembangan Sistem Informasi
14
2. Data Oriented Methodologies
Metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan
diproses. Dikelompokkan ke dalam dua kelas, yaitu :
1. Data flow oriented methodologies, sistem secara logika dapat
digambarkan secara logika dari arus data dan hubungan antar
fungsinya di dalam modul-modul di sistem. Yang termasuk dalam
metodologi ini adalah :
- SADT (Structured Analysis and Design Techniques)
- Composite Design
- SSAD (Structured System Analysis and Design)
2. Data Structured oriented methodologies
Metodologi ini menekankan struktur dari input dan output di sistem.
Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
- JSD (Jackson’s System Development)
- W/O (Warnier/Orr)
3. Prescriptive Methodologies
Yang termasuk dalam metodologi ini adalah :
ISDOS (Information System Design dan Optimization System), merupakan
perangkat lunak yang dikembangkan di University of Michigan. Kegunaan
dari ISDOS adalah mengotomatisasi proses pengembangan sistem
informasi. ISDOS mempunyai dua komponen, yaitu :
1. PSL (Program Statement Language), merupakan komponen utama
dari ISDOS, yaitu suatu bahasa untuk mencatat kebutuhan pemakai
dalam bentuk machine readable form. PSL dirancang sehingga output
yang dihasilkannya dapat dianalisis oleh PSA. PSL merupakan bahasa
untuk menggambarkan sistemnya dan bukan merupakan bahasa
pemrograman prosedural.
2. PSA (Program Statement Analyzer) merupakan paket perangkat lunak
yang mirip dengan kamus data (data dictionary) dan digunakan untuk
mengecek data yang dimasukkan, disimpan, dianalisis dan yang
dihasilkan sebagai output laporan.
Pengembangan Sistem Informasi
15
9. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
Alat-alat pengembangan sistem yang berbentuk grafik diantaranya
adalah :
1. HIPO diagram
2. Data flow diagram
3. Structured chart
4. SADT diagram
5. Warnier / Orr diagram
6. Jackson’s diagram
Beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya umum, yaitu dapat
digunakan disemua metodologi yang ada. Alat-alat ini berupa suatu bagan,
diantaranya :
1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting) :
a. Bagan alir sistem (System Flowchart)
b. Bagan alir program (Program Flowchart)
- Bagan alir logika program (Program logic Flowchart)
- Bagan alir program komputer (Detailed computer program Flowchart)
c. Bagan alir kerta kerja (Paperwork Flowchart) atau disebut juga Bagan
alir formulir
d. Bagan alir hubungan database (Database relationship Flowchart)
e. Bagan alir proses (Process Flowchart)
f. Gant chart
2. Bagan untuk menggambarkan tata letak (Layout charting)
3. Bagan untuk menggmbarkan hubungan personil (Personal relationship
charting) :
a. Bagan distribusi kerja (Working distribution chart)
b. Bagan organisasi (Organization chart)
Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem diantaranya :
1. Teknik manajemen proyek, yaitu CPM (Critical Path Method) dan PERT
(Program Evaluation and Review Technique). Teknik ini digunakan untuk
penjadwalan proyek
2. Teknik untuk menemukan fakta (Fact finding technique), yaitu teknik yang
dapat digunakan untuk mengumpulkan data dan menemukan fakta-fakta
dalam kegiatan mempelajari sistem yang ada. Teknik ini diantaranya
adalah
- Wawancara (Interview)
- Persiapan yang dilakukan :
- buat janji pertemuan
Pengembangan Sistem Informasi
16
- pastikan orang yang akan diwawancarai
- pokok permasalahan
- Pada saat wawancara yang perlu diperhatikan :
- Siapa yang akan diwawancarai
- Pokok permasalahan
- Tanggapan
- Kapan akan bertemu kembali
- Observasi (Observation)
- Daftar pertanyaan (Questionaires)
- Pengumpulan Sampel (Sampling)
3. Teknik analisis biaya/manfaat (Cost Effectiveness Analysis atau Cost
Benefit Analysis) adalah suatu teknik yang digunakan untuk menghitung
biaya yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi
seperti ;
- biaya pengadaan
- biaya persiapan
- biaya proyek
- biaya operasi
serta manfaat yang didapat dari sistem informasi seperti ;
- manfaat mengurangi biaya
- manfaat mengurangi kesalahan
- manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
- manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen
4. Teknik untuk menjalankan rapat
Tujuan dari rapat dalam pengembangan sistem diantaranya adalah untuk ;
- mendefinisikan masalah
- mengumpulkan ide-ide
- memecahkan permasalahan-permasalahan
- menyelesaikan konflik-konflik yang terjadi
- menganalisis kemajuan proyek
- mengumpulkan data atau fakta
- perundingan-perundingan
Tahapan pelaksanaan kegiatan ;
- merencanakan rapat
- menjalankan rapat
- menindaklanjuti hasil rapat
5. Teknik Inspeksi / Walkthrough
Proses dari analisis dan desain sistem harus diawasi. Pengawasan ini
dapat dilakukan dengan cara memverifikasi hasil dari setiap tahap
pengembangan sistem. Verifikasi hasil kerja secara formal disebut
Pengembangan Sistem Informasi
17
dengan Inspeksi (inspection) sedangkan yang tidak formal disebut
Walkthrough.
Pengembangan Sistem Informasi
18
10. Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
1. Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
2. Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan
pemakai
3. Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
4. Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
5. Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yg tidak
direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai
6. Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
7. Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
Daftra pustaka ..
a.google
b.community.gunadarma.ac.id
d.http://ipoen.blogspot.com
bisnis terms
December 30, 2009 at 7:14 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
|
1 |
Actuary |
A professional expert in pension and life insurance matters, particularly trained in mathematical, statistical, and accounting methods and procedures, and in insurance probabilities |
Seorang ahli profesional dalam asuransi pensiun dan masalah, terutama terlatih dalam matematika, statistik, dan metode dan prosedur akuntansi, dan dalam asuransi probabilitas.
|
|
2 |
Administrative expense |
Expenses chargeable to the managerial, general administrative and policy phases of a business in contrast to sales, manufacturing, or cost of goods expense. |
Biaya yang dikenakan biaya ke manajerial, administratif dan kebijakan umum fase dari bisnis berbeda dengan penjualan, produksi, atau biaya pengeluaran barang.
|
|
3 |
Administrative expense |
Expenses chargeable to the managerial, general administrative and policy phases of a business in contrast to sales, manufacturing, or cost of goods expense. |
Biaya yang dikenakan biaya ke manajerial, administratif dan kebijakan umum fase dari bisnis berbeda dengan penjualan, produksi, atau biaya pengeluaran barang. |
|
4 |
Advertising |
The practice of bringing to the public’s notice the good qualities of something in order to induce the public to buy or invest in it. |
Praktik membawa kepada publik memperhatikan sifat-sifat baik dari sesuatu dalam rangka mendorong masyarakat untuk membeli atau berinvestasi di dalamnya. |
|
5 |
Agent |
A person who is authorized to act for or represent another person in dealing with a third party. |
Seseorang yang berwenang untuk bertindak untuk atau mewakili orang lain dalam berurusan dengan pihak ketiga. |
|
6 |
Amortization |
To liquidate on an installment basis; the process of grad赴ally paying off a liability over a period of time. |
Untuk melikuidasi pada dasar angsuran; proses sekutu赴lulusan melunasi kewajiban selama suatu periode waktu. |
|
7 |
Analysis |
Breaking an idea or problem down into its parts; a thorough examination of the parts of anything |
Melanggar ide atau masalah ke dalam bagian-bagiannya; pemeriksaan menyeluruh bagian-bagian dari apa pun. |
|
8 |
Ballpark |
an informal term for a rough, estimated figure. |
istilah informal untuk kasar, diperkirakan angka. |
|
9 |
Bank card |
a plastic card issued by a bank and accepted by merchants in payment for transactions. |
kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank dan diterima oleh pedagang di pembayaran untuk transaksi. |
|
10 |
Banker’s draft |
a bill of exchange payable on demand and drawn by one bank on another. Regarded as being equivalent to cash, the draft cannot be returned unpaid. |
bill of exchange dibayarkan pada permintaan dan ditarik oleh satu bank yang lain |
|
11 |
Bank guarantee |
a commitment made by a bank to a foreign buyer that the bank will pay an exporter for goods shipped if the buyer defaults. |
komitmen yang dibuat oleh bank kepada pembeli asing bahwa bank akan membayar barang-barang eksportir untuk dikirim jika pembeli default. |
|
12 |
Bank statement |
A monthly statement of account which a bank renders to each of its depositors. |
Sebuah laporan bulanan rekening yang menjadikan bank untuk masing-masing penabung.
|
|
13 |
Bankruptcy |
the condition of being unable to pay debts, with liabilities greater than assets. |
kondisi tidak mampu untuk membayar utang, dengan kewajiban yang lebih besar dari aset. |
|
14 |
Benchmarking |
Rating your company’s products, services and prac負ices against those of the front-runners in the industry. |
Rating produk perusahaan anda, layanan dan prac es负terhadap mereka dari depan pelari dalam industri. |
|
15 |
Cash discount |
A deduction that is given for prompt payment of a bill. |
Sebuah pemotongan yang diberikan untuk segera pembayaran tagihan.
|
|
16 |
Cash receipts |
The money received by a business from customers. |
Uang yang diterima oleh bisnis dari pelanggan.
|
|
17 |
Centralization |
the gathering together, at a corporate headquarters, of specialist functions such as finance, personnel and information technology. |
pertemuan bersama, di kantor pusat perusahaan, fungsi-fungsi khusus seperti keuangan, personil dan teknologi informasi |
|
18 |
Fiscal |
relating to financial matters, especially in respect to government collection, use. |
berkaitan dengan masalah keuangan, terutama pemerintah dalam hal pengumpulan, penggunaan. and regulation of money through taxation. dan peraturan uang melalui pajak.
|
|
19 |
Depreciation |
a reduction in the general level of prices sustained over several months, usually accompanied by declining employment and output. |
Penurunan nilai melalui usia, memakai atau rusak. Penyusutan biaya normal melakukan bisnis yang harus diperhitungkan. |
|
20 |
Desktop publishing |
Commonly used term for computer-generated printed materials such as newsletters and brochures. |
Umumnya digunakan istilah untuk komputer materi cetak seperti buletin dan brosur.
|
December 30, 2009 at 7:12 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
1 Actuary A professional expert in pension and life insurance matters, particularly trained in mathematical, statistical, and accounting methods and procedures, and in insurance probabilities Seorang ahli profesional dalam asuransi pensiun dan masalah, terutama terlatih dalam matematika, statistik, dan metode dan prosedur akuntansi, dan dalam asuransi probabilitas.
2 Administrative expense Expenses chargeable to the managerial, general administrative and policy phases of a business in contrast to sales, manufacturing, or cost of goods expense. Biaya yang dikenakan biaya ke manajerial, administratif dan kebijakan umum fase dari bisnis berbeda dengan penjualan, produksi, atau biaya pengeluaran barang.
3 Administrative expense Expenses chargeable to the managerial, general administrative and policy phases of a business in contrast to sales, manufacturing, or cost of goods expense. Biaya yang dikenakan biaya ke manajerial, administratif dan kebijakan umum fase dari bisnis berbeda dengan penjualan, produksi, atau biaya pengeluaran barang.
4 Advertising The practice of bringing to the public’s notice the good qualities of something in order to induce the public to buy or invest in it. Praktik membawa kepada publik memperhatikan sifat-sifat baik dari sesuatu dalam rangka mendorong masyarakat untuk membeli atau berinvestasi di dalamnya.
5 Agent A person who is authorized to act for or represent another person in dealing with a third party. Seseorang yang berwenang untuk bertindak untuk atau mewakili orang lain dalam berurusan dengan pihak ketiga.
6 Amortization To liquidate on an installment basis; the process of grad赴ally paying off a liability over a period of time. Untuk melikuidasi pada dasar angsuran; proses sekutu赴lulusan melunasi kewajiban selama suatu periode waktu.
7 Analysis Breaking an idea or problem down into its parts; a thorough examination of the parts of anything Melanggar ide atau masalah ke dalam bagian-bagiannya; pemeriksaan menyeluruh bagian-bagian dari apa pun.
8 Ballpark an informal term for a rough, estimated figure. istilah informal untuk kasar, diperkirakan angka.
9 Bank card a plastic card issued by a bank and accepted by merchants in payment for transactions. kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank dan diterima oleh pedagang di pembayaran untuk transaksi.
10 Banker’s draft a bill of exchange payable on demand and drawn by one bank on another. Regarded as being equivalent to cash, the draft cannot be returned unpaid. bill of exchange dibayarkan pada permintaan dan ditarik oleh satu bank yang lain
11 Bank guarantee a commitment made by a bank to a foreign buyer that the bank will pay an exporter for goods shipped if the buyer defaults. komitmen yang dibuat oleh bank kepada pembeli asing bahwa bank akan membayar barang-barang eksportir untuk dikirim jika pembeli default.
12 Bank statement A monthly statement of account which a bank renders to each of its depositors. Sebuah laporan bulanan rekening yang menjadikan bank untuk masing-masing penabung.
13 Bankruptcy the condition of being unable to pay debts, with liabilities greater than assets. kondisi tidak mampu untuk membayar utang, dengan kewajiban yang lebih besar dari aset.
14 Benchmarking Rating your company’s products, services and prac負ices against those of the front-runners in the industry. Rating produk perusahaan anda, layanan dan prac es负terhadap mereka dari depan pelari dalam industri.
15 Cash discount A deduction that is given for prompt payment of a bill. Sebuah pemotongan yang diberikan untuk segera pembayaran tagihan.
16 Cash receipts The money received by a business from customers. Uang yang diterima oleh bisnis dari pelanggan.
17 Centralization the gathering together, at a corporate headquarters, of specialist functions such as finance, personnel and information technology. pertemuan bersama, di kantor pusat perusahaan, fungsi-fungsi khusus seperti keuangan, personil dan teknologi informasi
18 Fiscal relating to financial matters, especially in respect to government collection, use. berkaitan dengan masalah keuangan, terutama pemerintah dalam hal pengumpulan, penggunaan. and regulation of money through taxation. dan peraturan uang melalui pajak.
19 Depreciation a reduction in the general level of prices sustained over several months, usually accompanied by declining employment and output. Penurunan nilai melalui usia, memakai atau rusak. Penyusutan biaya normal melakukan bisnis yang harus diperhitungkan.
20 Desktop publishing Commonly used term for computer-generated printed materials such as newsletters and brochures. Umumnya digunakan istilah untuk komputer materi cetak seperti buletin dan brosur.
bisniis terms
December 29, 2009 at 1:03 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment| NO | ISTILAH ASING | ISTILAH INDONESIA |
| 1 | account number | nomor rekening |
| 2 | accrued interest | bunga terhitung Keuangan |
| 3 | accumulated dividend dividen | akumulasian Keuangan |
| 4 | accumulated interest | bunga akumulasian Keuangan |
| 5 | adjustment tax | pajak penyesuaian |
| 6 | advances | uang muka |
| 7 | advertising cost | biaya iklan |
| 8 | agressive stock | saham agresif Keuangan |
| 9 | agricultural bank | bank agrikultural; bank pertanian Keuangan |
| 10 | all in cost | seluruh biaya tercatat; seluruh biaya masuk |
| 11 | amortization fund | dana utang |
| 12 | amortized payment | pembayaran lunas Keuangan |
| 13 | amount due from | jumlah layak terima dari Keuangan |
| 14 | amount due to | jumlah layak terima kepada Keuangan |
| 15 | annual report | laporan tahunan |
| 16 | banking agreement | perjanjian perbankan |
| 17 | bankrupt | pailit |
| 18 | bill of exchange | wesel |
| 19 | borrowing capacity | kapasitas peminjaman; kapasitas pinjam |
| 20 | callable bond | obligasi dapat tarik |
| 21 | Capitalism | Kapitalisme |
| 22 | circulating capital | modal kerja |
| 23 | Contract | Kontrak |
| 24 | deferred interest bond | bunga obligasi tangguhan |
| 25 | earnings yield | hasil |
| 26 | Globalization | Globalisasi |
| 27 | Insolvency | Insolvensi |
| 28 | Patent | Hak Paten |
| 29 | Quality | Kualitas |
| 30 | Variable | Variabel |
pemesanan barang
November 11, 2009 at 2:58 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentPT. CARISSA MOULDINGS
Jln. Pondok Kelapa Indah Blok C1/14
Jakarta Timur 13450
—————————————————————————————————————————————————————-
No : 002/C1/XI/09 Jakarta, 11th November 2009
PT. Pencilite Timber
Jln. Cempaka Raya Kav. 134 – 136
Jakarta Utara
Ms. Siska / General Manager
Kepada yang terhormat ,
Terimakasih atasa surat yang telah kami teri 1 hari yang laluy , dan kamu vcukup tertarik akan product yang anda tawarkan .
Setelah menerima dan mempelajari surat anda , kami ingin memesan beberapa barang,antara lain :
20 pcs - profile
200 pcs – lantai
15 pcs – balok (kusen /0
10 pcs – kayu components
Tolong dipenuhi berdasarkan permintaan kami dan segera dikirimkan ke alamat yang sudah tertera di atas, kami berharap dengan kualitas yg bagus sebagaiman yang anda garansikan.
Terimakasihh atas kerja samanya .
Hormat kami
PT.CARISSA MOULDINGS
ordering letter
November 10, 2009 at 11:24 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentPT. CARISSA MOULDINGS
Jln. Pondok Kelapa Indah Blok C1/14
Jakarta Timur 13450
————————————————————————————————————————————-
No : 002/C1/XI/09 Jakarta, 11th November 2009
PT. Pencilite Timber
Jln. Cempaka Raya Kav. 134 – 136
Jakarta Utara
Attention : Ms. Siska / General Manager
Dear madam,
Thanking you for your letter wich received last days and we are interesting to the products.
After receiving and studying your quotation , we would like to order some of said goods
namely:
20 pcs - profile
200 pcs – flooring
15 pcs – house components
10 pcs – moulding components
Kindly fulfil based on our requirement and please send direct to our address as stated above with good quality as granted by you.
Thanking you for your kind cooperation.
Yours faithfully
PT.CARISSA MOULDINGS
if clause
November 3, 2009 at 3:35 pm | Posted in Uncategorized | Leave a commentIf clause
In this section you will find information on sentences containing the word ‘if’, the use of conditional tenses, and the ‘unreal past’, that is, when we use a past tense but we are not actually referring to past time.
IF AND THE CONDITIONAL
There are four main types of ‘if’ sentences in English:
1. The ‘zero’ conditional, where the tense in both parts of the sentence is the simple present:
|
‘IF’ CLAUSE |
MAIN CLAUSE |
|
If + simple present |
simple present |
In these sentences, the time is now or always and the situation is real and possible. They are often used to refer to general truths.
Ex :
2. The Type 1 conditional, where the tense in the ‘if clause is the simple present, and the tense in the main clause is the simple future
|
‘IF’ CLAUSE |
MAIN CLAUSE |
|
If + simple present |
Simple future |
In these sentences, the time is the present or future and the situation is real. They refer to a possible condition and its probable result.
Ex :
• If you don’t have breakfast, you will be hungry.
• If the magazine is on my table, you can take it.
• If you come early you will not get punish from our headmaster.
3. The Type 2 conditional, where the tense in the ‘if’ clause is the simple past, and the tense in the main clause is the present conditional:
|
‘IF’ CLAUSE |
MAIN CLAUSE |
|
If + simple past |
Present conditional |
In these sentences, the time is now or any time, and the situation is unreal. They are not based on fact, and they refer to an unlikely or hypothetical condition and its probable result.
Ex :
• If the price of gasoline were only Rp. 1000 I would be very happy.
• What would you do if you found $100.00 on the street.
• If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.
4. The Type 3 conditional, where the tense in the ‘if’ clause is the past perfect, and the tense in the main clause is the perfect conditional:
|
‘IF’ CLAUSE |
MAIN CLAUSE |
|
If + past perfect |
Perfect conditional |
In these sentences, the time is past, and the situation is contrary to reality. The facts they are based on are the opposite of what is expressed, and they refer to an unreal past condition and its probable past result.
A further type if ‘if’ sentence exists, where Type 2 and Type 3 are mixed. The tense in the ‘if’ clause is the past perfect, and the tense in the main clause is the present conditional:
|
‘IF’ CLAUSE |
MAIN CLAUSE |
|
If + past perfect |
Present conditional |
In these sentences, the time is past in the ‘if’ clause, and present in the main clause. They refer to an unreal past condition and its probable result in the present.
Ex :
Example:
If I had found her address, I would have sent her an invitation .
I would have sent her an invitation if I had found her address .
Exercise :
Exercise :
1. 1.If I miss (miss) the bus this afternoon ,I’ll get the taxi.
2. 2. If I had more money , would you marry (you marry) me ?
3. 3.Please don’t sign the contract before I checked (check) them.
4. 4.You would have a lot of friends if you have not been (you,not,be ) so meant!
5. 5.If she had bought a new house she would have been (be) happy.
- If Brittany (speak ) spoke better English, she would apply for a job abroad.
- If you (tell) had told me about the problem, I would have helped you.
- I (let) would let you know if I weren’t satisfied.
- If you execute the order carelessly, they (place, not ) will not place another order with you in the future.
- If I were you, I (worry,not )would not worry about the presentation.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.